Sejarah Singkat Globalisasi
Minggu lalu kita sudah berkenalan dengan
globalisasi, mengetahui ciri dan penyebab mengapa fenomena tersebut terjadi.
Pertemuan online minggu ini kita akan melanjutan pembahasan pada materi
sebelumnya dengan lebih mendalam. Ada banyak definisi dan pandangan tentang
globalisasi. Giddens (1990) memiliki pandangan bahwa globalisasi merupakan sebuah
kondisi dimana adanya saling ketergantungan antara satu bangsa dengan bangsa
lain, antara satu manusia dengan manusia lain melalui perdagangan, perjalanan,
pariwisata, budaya, informasi, dan interaksi yang luas sehingga batas-batas
negara menjadi semakin sempit. Pandangan serupan disampaikan oleh Brawley
dalam (Burlacu et al., 2018) yang beranggapan bahwa
globalisasi merujuk pada sebuah proses multidimensional dimana pasar,
perusahaan, produksi dan sistem keuangan nasional terintegrasi pada skala
global. Kedua pandangan ini sama-sama menyepakati bahwa globalisasi adalah
sebuah fenomena interaksi manusia pada berbagai bidang dalam skala global.
Globalisasi menjadikan sekat antar bangsa seakan menghilang. Kita
bisa merasakan dampak globalisasi langsung di Indonesia
dimana salah satu tandanya adalah mudahnya akses informasi dari berbagai
belahan dunia sebagai akibat dari perkembangan teknologi yang begitu pesat (Lalo, 2018). Ada tiga hal mendasar yang selalu dirujuk oleh
pakar untuk menjelaskan perkembangan pesat globalisasi;
(1) kemajuan teknologi atau sering disebut sebagai revolusi
informasi,
(2) pemintaan pasar dunia,
(3) logika kapitalisme.
Namun kekuatan penggerak dari globalisasi menurut James Petras
adalah Negara-negara imperial pusat, perusahaan multinasional dan bank-bank
dengan dukungan lembaga-lembaga keuangan internasional. Negara menjadi
penggerak globalisasi karena memiliki kekuasaan dalam mengatur formulasi strategis
globalisasi, alokasi sumber daya ekonomi pada aktor-aktor global.
Sejarah terjadinya globalisasi dimulai dengan diberlakukannya
secara global suatu mekanisme perdagangan melalui penciptaan kebijakan free-trade,
yaitu kesepakatan internasional tentang pedagangan pada bulan April tahun 1994
di Maroko. Kesepakatan ini merupakan suatu perjanjian internasional,
perdagangan yang dikenal dengan General Agreement On Tarif and Trade
(GATT). GAAT adalah sebuah kumpulan aturan internasional yang mengatur
perilaku perdagangan antar pemerintah. GAAT juga merupakan forum negoisasi
perdagangan antar pemerintah, serta juga merupakan pengadilan untuk
menyelesaikan jika terjadi perselisihan dagang antar bangsa.
Kesepakatan ini dibangun di atas asumi bahwa sistem dagang yang
terbuka lebih efisien dari pada sistem proteksionis, dan dibangun diatas keyakinan bahwa persaingan bebas akan
menguntungkan bagi negara-negara yang menganut prinsip-prinsip efektifitas dan efisiensi.
Berikutnya, pada tahun 1995, suatu organisasi pengawasan perdagangan dan
kontrol perdagangan. Kontrol dunia yang dikenal sebagai World Trade
Organization (WTO) didirikan. Organisasi global ini sejak didirikan
mengambil alih GATT. WTO dirancang bukan sebagai organisasi monitoring bagi negara-negara
yang tidak mematuhi GATT, melainkan akan bertindak berdasar komplin yang diajukan
oleh anggotanya. Dengan demikian WTO merupakan salah satu aktor dan forum
perundingan antar perdagangan dari mekanisme globalisasi yang terpenting.
Berangkat dari kesepatan dagang dan kepentingan ekonomi, laju perkembangan globalisasi tidak dapat dibendung. Teknologi dan kemudahan komunikasi interaksi mengantarkan kita pada zaman globalisasi yang kita kenal saat ini. Dengan perjanjian-perjanjian dan kesepakatan yang semakin banyak mendukung kemudahan transaksi, masyarakat sudah semakin melebur. Kemudahan ini tentu membawa manfaat yang sangat besar bagi peradaban manusia, meskipun dampak negatif pasti juga akan ditemui. Coba renungkan dampak positif dan negatif yang paling kalian rasakan dan temui setiap hari! Manakah yang lebih mendominasi? Dampak positifnya ataukah negatifnya?
Referensi
Burlacu, S., Gutu, C., & Matei, F. O. (2018).
Globalization–pros and cons. Calitatea, 19(S1), 122–125.
Lalo, K. (2018). Menciptakan generasi milenial berkarakter dengan Pendidikan karakter guna menyongsong era globalisasi. Jurnal Ilmu Kepolisian, 12(2), 8.
Giddens, A. (1990). The Consequences of Modernity. Cambridge: Polity Press.

Dampak dari globalisasi belum tentu negatif ,tergantung cara kita menyaring informasi dan cara kita memanfaatkan teknologi yang ada
BalasHapus