Tujuan Pembelajaran
Tujuan adalah sesuatu yang diharapkan
dapat tercapai pada akhir sebuah proses. Meski demikian tidak setiap tujuan
adalah hasil dari proses, bisa jadi tujuan yang akan dicapai adalah
keberhasilan proses itu sendiri. Tujuan berbeda dengan harapan. Harapan lebih
cenderung kepada sesuatu yang berkaitan dengan angan, campur tangan Tuhan dan
usaha. Tujuan biasanya bersifat lebih objektif dan dicapai dengan menyusun
langkah-langkah yang jelas untuk mencapainya.
Tujuan idealnya ditentukan pada saat awal,
seperti halnya niat. Penting untuk mengetahui tujuan di awal agar proses
pencapaiannya lebih terstruktur. Tujuan yang kabur akan menyulitkan proses
pencapaian karena aktivitas dan tindakan yang perlu dilakukan menjadi tidak
jelas. Bagaimana bila tujuan berubah di tengah jalan pada saat proses
berlangsung? Apakah bisa? Jelas bisa, namun prosesnya harus menyesuaikan
kembali atau bahkan dimulai lagi dari nol. Misal, Waluyo memiliki cita-cita
menjadi seorang anggota TNI pada saat SMA, dia rajin berolahraga, menjaga
kesehatan badan, rajin berenang agar tinggi badannya ideal, makan bergizi dan
melakukan segala upaya yang diperlukan untuk menjadi seorang TNI. Suatu saat
setelah kelulusan dia tergerak melihat seorang anak kecil berlarian dengan
riang di lapangan sepak bola. Waluyo senang melihat kejadian tersebut. Dia
akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang guru SD yang akan dengan senang hati
melihat kegembiraan seperti itu setiap hari. Apakah tujuan Waluyo berubah?
Jelas, Waluyo yang menginginkan menjadi anggot TNI kini ingin menjadi seorang
guru SD. Apakah usaha yang harus ditempuh Waluyo berubah? Tentu saja! Waluyo
perlu merubah kegiatan yang dilakukannya, dia mulai mengurangi kegiatan
olahraga dan belajar bagaimana mengajar anak SD dengan baik, sabar dan kreatif.
Seperti itu gambaran bagaimana cara pencapaian tujuan dan bagaimana bila tujuan
berubah di tengah jalan.
Nah sekarang kita akan beralih ke
pembelajaran. Apakah tujuan pembelajaran berbeda dengan tujuan pada umumnya? Tujuan
pembelajaran serupa dengan tujuan-tujuan lain yang kita kenal. Guru yang baik
akan menetapkan tujuan pembelajaran bagi anak didiknya pada saat melakukan
perencanaan pembelajaran. Tujuan ini tidak asal dibuat oleh guru. Guru memiliki
acuan tujuan pembelajaran yaitu tujuan pembelajaran nasional yang diturunkan
dan dituangkan dalam silabus. Berdasarkan tujuan ini kemudian guru memecah lagi
tujuan pembelajaran menjadi lebih spesifik dan operasional yang dituliskan
dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Tujuan yang dirumuskan guru
kemudian diturunkan lagi menjadi kegiatan pembelajaran yang mendukung
tercapainya tujuan tersebut. Tentu saja, penyesuaian dapat tetap dilakukan pada
saat proses pembelajaran berlangsung.

Komentar
Posting Komentar