Pembelajaran dan Ruang Kelas



Pembelajaran adalah sebuah kata yang sudah akrab dengan kita. Apa yang saudara bayangkan pada saat sebuah kata “pembelajaran” diucapkan? Saat kata tersebut muncul, yang tergambar dalam benak kita mungkin gedung sekolah, ruang kelas, guru yang berdiri di depan kelas menjelaskan materi pelajaran, atau  berderet siswa duduk rapi menghadap papan tulis. Tidak salah, gambaran yang muncul dalam benak kita tersebut memang betul sebuah proses kegiatan pembelajaran, meskipun tidak semua pembelajaran dilaksanakan dengan situasi yang sama persis seperti itu. 

Lalu apakah pembelajaran itu? Pembelajaran adalah sebuah kegiatan yang didesain untuk mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik. Proses ini biasanya melibatkan pendidik, peserta didik, media, dan sumber belajar. Gedung dan ruang kelas bukanlah sebuah syarat mutlak terjadinya proses belajar. Belajar bisa dilakukan di ruang terbuka, perpustakaan, atau bahkan secara daring dengan jarak terpisah berkilo meter jauhnya antara pendidik dan peserta didik. Proses pembelajaran bisa ditandai dengan adanya aktivitas belajar menggunakan berbagai sumber belajar dengan didampingi fasilitator yang biasa kita kenal dengan sebutan “guru”. Nah, sekarang sudah jelas kan kegiatan apa saja yang bisa digolongkan menjadi proses pembelajaran?

Mengapa sebuah pembelajaran perlu dilakukan? Setiap manusia ditakdirkan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Hanya sedikit orang yang memiliki kemampuan belajar mandiri sejak kecil, sebagian besar lainya membutuhkan bimbingan dari orang yang lebih ahli pada bidangnya. Pembelajaran dilakukan untuk memfasilitasi kebutuhan manusia belajar, sedangkan belajar sendiri diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Bagaimana pembelajaran yang baik? Kembali pada tujuan diadakannya pembelajaran, idealnya sebuah proses belajar adalah yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didiknya. Kebutuhan belajar tidak melulu soal kemampuan kognisi. Dalam kurikulum 2013 kemampuan yang harus diajarkan kepada siswa dibagi menjadi empat kompetensi inti yaitu: ketuhanan, afektif/sosial, kognitif dan keterampilan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUALAN

Kita Mampu Menggoncang Dunia

DOSA