STRATEGI PEMBELAJARAN

Strategi populer karena sering digunakan pada saat perang pada zaman dahulu. Hal ini bisa ditelusuri dan dilihat dari pilihan makna kata yang tersedia di kamus besar bahasa Indonesia, yang mengartikan strategi sebagai: ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dalam perang, dalam kondisi yang menguntungkan. Saat ini sejalan dengan semakin hilangnya konflik yang berujung invansi dan peperangan yang menggunakan prajurit, bom, tank dan pertikaian fisik dalam arti yang sebenarnya, kata strategi banyak digunakan pada bilang lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan dunia militer.

Strategi banyak digunakan pada bidang lain, misalnya marketing, keuangan, bisnis, pendidikan, dan pembelajaran. Meskipun penggunaan katanya bergeser, namun ide pokoknya masih tetap serupa. Strategi digunakan sebagai sebuah “seni” yang digunakan untuk menaklukkan sebuah permasalahan dengan mempertimbangkan keunggulan diri. Dalam pembelajaran, siapakah musuh yang perlu ditaklukkan? Permasalahan dan keingintahuan yang belum terjawab adalah musuh utamanya. Saat mengajarkan sesuatu kepada peserta didik, guru wajib untuk memberikan dan memancing rasa ingin tahu siswa terhadap topik pembelajaran yang akan dilakukan hari itu. Kegiatan ini dikenal dengan istilah apersepsi yang selalu dilakukan guru pada awal pembelajaran. Cara yang digunakan sangat beragam, bisa menggunakan media visual, audio, multimedia, lagu, gerak/tarian, dan bisa juga berupa pertanyaan-pertanyaan sederhana yang mengarah pada materi.

Setiap siswa memiliki keunikan dan keistimewaan tertentu yang perlu diperhatikan oleh guru. Musuh yang sama bisa ditaklukkan dengan menggunakan banyak cara berbeda. Musuh yang beragam, jelas memerlukan cara-cara yang berbeda untuk mengalahkannya. Itu adalah gambaran strategi pembelajaran dengan materi dan tujuan pembelajaran yang akan diajarkan guru pada siswa. Dua hal yang perlu menjadi pertimbangan saat menentukan strategi adalah: 1) tujuan pembelajaran (berhubungan dengan materi ajar), dan 2) potensi.

Potensi bisa dilihat dari keunikan siswa, kelebihan mereka, dan dukungan fasilitas serta sarana dan prasarana yang tersedia di lingkungan sekolah. Siswa yang aktif bergerak akan lebih suka dengan strategi belajar yang memanfaatkan banyak aktivitas fisik dibanding sekedar melatih kemampuan otak. Fasilitas yang tersedia menjadi pertimbangan lain agar tujuan pembelajaran bisa tercapai tanpa terkendala dengan ketersediaan media pendukung yang sulit dijangkau.

Saat belajar mengenai strategi belajar, istilah lain yang akan mengikuti adalah, pendekatan, metode, model, dan teknik pembelajaran. Kita akan membahasnya satu persatu pada pertemuan berikutnya.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUALAN

Kita Mampu Menggoncang Dunia

DOSA